<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1236">
 <titleInfo>
  <title>TEORI &amp; PARADIGMA PENELITIAN SOSIAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DR. Agus Salim, MS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Tiara Wacana</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sampai saat ini, pendekatan penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif terhadap masalah-masalah sosial masih dilihat secara terpisah. Masing-masing pendekatan itu memiliki pengikut yang berpegang pada acuan paradigma rigid yang hampir tidak bisa dirunut secara rasional. Para ilmuwan yang condong pada pendekatan yang lebih positivistik, menolak keberadaan analisis kualitatif sembari menggantang asap bahwa grand theory yang selama ini dikembangkan sudah sangat baku. Menurut kalangan ini, setiap analisis ilmu sosial harus berujung pada legitimasi tentang pengembangan ilmu secara hipotetis (logico disabsurdum). Sebaliknya, ilmuwan yang terlalu percaya pada pendekatan kualitatif menyatakan bahwa pendekatan statistik cenderung mereduksi pikiran orang. Dalam batas-batas akademik, kedua pola pikir itu cukup mendominasi gejala berpikir ilmu-ilmu sosial di Indonesia.&#13;
&#13;
Sebagai aliran berpikir (mainstream) dalam metodologi, penelitian kualitatif belum banyak dipelajari oleh para ilmuwan sosial sendiri, khususnya di Indonesia. Salah satu kesulitannya bersumber dari keterbatasan literatur pemandu yang berbahasa Indonesia. Buku ini hadir sebagai respons atas kebutuhan yang dirasakan kian mendesak tersebut. Tulisan-tulisan dalam buku ini adalah jalinan bedah sikap terhadap pendekatan epistemologi yang terangkai secara ketat dengan sikap ontologis dan sikap aksiologisnya. Buku ini amat disarankan sebagai buku referensi dan acuan utama bagi para periset, khususnya periset pemula dan kalangan mahasiswa –baik di tingkat sarjana, master maupun doktoral– yang ingin mengenal dan mendalami perihal berbagai metode di dalam penelitian kualitatif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Penelitian</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Teori</topic>
 </subject>
 <classification>901 SAL t</classification>
 <identifier type="isbn">9799340306</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>POLITEKNIK PARIWISATA PRIMA INTERNASIONAL UPT. PERPUSTAKAAN - OPAC (Online Public Access Catalog)</physicalLocation>
  <shelfLocator>901 SAL t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B01017</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpus Utama</sublocation>
    <shelfLocator>901 SAL t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Teori-dan-Paradigma-Penelitian-Sosial-Buku-Sumber-untuk-Peneliti-001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1236</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-12-05 11:13:10</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-25 10:09:55</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>