<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1225">
 <titleInfo>
  <title>SYUKUR TIADA AKIR jejak langkah</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>St.Sularto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>PT Kompas Media Nusantara</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perjalanan Harian Kompas--yang terbit pertama tanggal 28 Juni 1965 dan didirikan oleh P.K. Ojong (1920-1980) dan Jakob Oetama--tak bisa lepas dari tiga titik balik yang menentukan. &#13;
&#13;
Pertama, keputusan Jakob Oetama siap memikul tanggung jawab menandatangani surat permintaan maaf, dini hari 5 Februari 1978. Kedua, keputusan Jakob Oetama memilih profesi jurnalistik sebagai panggilan hidup. Ketiga, kepergian P.K. Ojong yang mendadak tanggal 31 Mei 1980, padahal selama ini urusan bisnis menjadi tanggung jawabnya, sementara urusan redaksi tanggung jawab Jakob Oetama.	&#13;
&#13;
Apa yang bakal terjadi andaikan Jakob Oetama tidak mengambil alih tanggung jawab? Kompas mungkin akan tinggal nama, menjadi salah satu fosil korban pemberedelan. Andai Jakob Oetama menjadi dosen dan dikirim mengambil program doktor di Universitas Leuven, Belgia atau University of Columbia, AS seperti yang dijanjikan, mungkin tidak akan lahir koran dengan terobosan-terobosan mencerahkan, yang merupakan bagian dari usaha untuk sintas di bawah pemerintahan Soeharto.	&#13;
&#13;
Banyak pengandaian yang lain, yang jelas sekian suku usaha tumbuh dan berkembang di bawah nama Jakob Oetama, sosok sederhana yang lebih senang disebut wartawan daripada pengusaha; yang selalu menyebut keberhasilan Kompas adalah berkat kerja keras, sinergi, dan karena diberkati Allah. Seolah-olah semua terjadi secara kebetulan, tetapi sebenarnya semua terjadi berkat penyelenggaraan Allah (providentia dei). Un journal cest un monsieur, koran itu bersosok, kata pepatah Prancis.	&#13;
&#13;
Karena sosok Jakob Oetama, Kompas pun bersosok. Begitu pula sebaliknya. Deus, gratias agimus tibi. Tuhan, kami bersyukur pada-Mu! (less)</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Biografi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>motivasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Jakob Oetama</topic>
 </subject>
 <classification>920 SUL s</classification>
 <identifier type="isbn">9789797096014</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>POLITEKNIK PARIWISATA PRIMA INTERNASIONAL UPT. PERPUSTAKAAN - OPAC (Online Public Access Catalog)</physicalLocation>
  <shelfLocator>920 SUL s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B01008</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpus Utama</sublocation>
    <shelfLocator>920 SUL s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>13449336.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1225</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-12-04 10:05:52</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-25 10:13:12</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>